Kamis, 20 Juni 2024

kadar keimanan seorang muslim

pada dasarnya semua muslim itu beriman.yang membedakan di antara mereka ialah kadar keimanan yang ada dalam hati mereka sendiri.banyak atau sedikit,tinggi ataupun rendah nya,hanya allah swt dan dia sendiri yang mengetahui nya.ada yang mengaku beriman tapi dia tidak mengerjakan shalat,ada yang mengerjakan shalat tapi lalai dalam shalatnya lantaran perbuatannya sehari-hari tidak mencerminkan tanda-tanda orang yang mengerjakan shalat.dengan kata lain shalatnya tidak mampu mencegah diri nya dari perbuatan keji dan mungkar.
dari sini sudah terlihat perbedaan kadar keimanan di antara keduanya.terlepas dari itu semua menurut saya pribadi adalah setiap keimanan itu bernilai di hadapan allah swt meskipun hanya sebesar biji sawi.ini lebih baik ketimbang tidak beriman sama sekali alias kafir.karena harga mati bagi mereka-mereka yang kafir adalah neraka jahannam tempat kembalinya.na'udzubillah..

setiap saat iman itu bisa mengalami pasang surut,,hari ini beriman,besok tidak.pagi ibadah,malam maksiat.ini sudah menjadi fenomena yang lumrah yang sering di alami setiap muslim dalam menapaki perjalanan hidupnya di dunia.gejolak nafsu dunia dan syahwat merupakan hal utama yang menyebabkan terombang ambingnya iman seorang muslim.bahkan karenanya seorang muslim tersebut sampai rela mengganti keimanannya dengan perbuatan musyrik,,murtad dari agama nya.keluar dari islam hanya karena kebutuhan duniawi.semoga kita semua tidak termasuk di dalam nya.,amiin ya rabbal'alamin.

untuk itulah kita harus banyak belajar,menggali dan terus menggali ilmu-ilmu allah swt yang telah di sampaikan melalui rasul nya ,muhammad saw agar keimanan di dalam diri kita memiliki pondasi yang kokoh,sekeras karang di lautan yang tak bergeming di terpa badai.senantiasa banyak mendekatkan diri pada nya dengan shalat yang khusyu',serta berpuasa sunnah,agar gejolak nafsu syahwat dapat terkekang,sehingga kita terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela yang dapat merusak kadar keimanan kita di hadapan allah swt.berkumpul dengan orang-orang sholeh,mengisi tiap waktu kita dengan mengerjakan hal-hal yang bermanfaat juga termasuk dalam menguatkan pondasi keimanan.tak lupa juga selalu memohon petunjuk dan perlindungan pada allah swt.

seorang muslim itu kadang pernah mengalami perubahan arah tujuan hidupnya.yang mulanya lurus,kini bengkok.yang tadi nya ahli ibadah,sekarang malah jadi ahli maksiat.kenapa bisa seperti itu?
inilah yang dinamakan pasang surut nya iman.namun bila allah swt berkehendak,suatu saat ia akan kembali pada jalan nya semula yakni jalan yang di ridhoi allah swt.asalkan ia peka akan tanda-tanda kebesaran allah swt yang datang kepada nya dalam wujud pengalaman-pengalaman yang ia alami..namun ini jarang sekali terjadi,dan bila pun ini terjadi itu hanya akan di alami oleh orang-orang yang mendapatkan hidayah serta petunjuk dari oleh allah swt.apakah kita juga termasuk dalam golongan orang-orang yang akan mendapatkan hidayah allah swt tersebut?
waulaahua'lam bis-shawwab..

maka dari itu perteguhlah keimanan ini,istiqomah dalam beribadah.. dan jangan melangkah ke arah maksiat karena itu akan merapuhkan keimanan kita sehingga jiwa dan raga kita terombang ambing dalam perbuatan keji dan mungkar.
saya kembali teringat akan pesan orang tua saya.beliau berkata:
"nak,bila kau mengejar dunia,dunia pasti akan meninggalkanmu.tapi bila kau mengejar akhirat,ia tak kan pernah meninggalkanmu.
bila hanya dunia yang kau cari,akhirat tak akan mengikuti.bila akhirat yang kau cari,maka dunia akan mengikuti".

semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sentiasa mendapatkan hidayah dan petunjuk dari allah swt.
amiin..ya rabbal'alamin..